Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

Anjing Jenius Bintang Iklan

Menjadi seorang pramugari bukan hal pekerjaan yang mudah. Keamanan penumpang dan juga siap siaga dalam keadaan darurat tetap menjadi pekerjaan yang diimpikan banyak orang. Untuk memenuhi impian tersebut, ia harus masuk dalam sebuah akademi  atau pelatihan khusus yang menjadi standar bagi maskapai. Namun, siapa sangka jika seekor anjing bisa menjadi salah satu bagian darinya.

Seperti yang post oleh Mashable.com dalam video ini seekor anjing dengan penuh semangat berlari menuju kabin pesawat untuk menerima barang yang tertinggal dari seorang pramugari. Anjing itu segera mencium barang tersebut kembali berlari untuk menemukan pemilik yang sesungguhnya. Hebat, kan? Nama anjing ini ialah Sherlock.

Hasilnya, Sherlock si anjing jenis Beagle ini langsung terkenal di maskapai Belanda yakni KLM Airlines sebagai kru pesawat yang mampu menemukan barang penumpang yang tertinggal di dalam pesawat dan  dapat mengembalikan barang tersebut kepada si pemilik.

Tentu penumpang di dalam pesawat sangat senang dengan adanya anjing jenius seperti Sherlock sebagai kru pesawat. Tetapi, apa benar ini sebuah kenyataan dalam maskapai KLM Airlines? Sayang sekali, ternyata video yang menampilkan anjing Beagle ini hanya sebuah strategi marketing yang digunakan oleh KLM Airlines untuk mempromosikan tiket maskapai penerbangan.

"Anjing itu hanya bagian dari aksi pemasaran dan bukan karyawan sebenarnya di KLM. Video ini hanya iklan, dan bukan gambaran sebenarnya dari layanan maskapai penerbangan," Ujar marketing KLM.


Monday, March 28, 2016

Tips Berkomunikasi Ketika Marah

Berikut adalah beberapa cara yang lebih baik untuk berkomunikasi ketika Anda marah.

1. Marah dengan cara Anda sendiri
Ketika merasa diri Anda ingin marah, maka marahlah. Jika ada sahabat Anda yang berusaha untuk memengaruhi Anda, sebenarnya mereka hanya berusaha untuk mencari tahu reaksi yang akan terjadi pada diri Anda. Reaksi Anda terhadap orang lain adalah pilihan, Anda dapat melakukan apapun.
Belajarlah untuk mengelola tindakan dan emosi saat situasi buruk datang menghampiri Anda. Pelajarilah tentang pemicu-pemicu kemarahan Anda, hal tersebut akan membantu Anda untuk bersikap ketika menemui hal yang sama di masa mendatang.

2. Gunakan perumpamaan 'Saya merasa'
Akan lebih baik jika Anda menginstropeksi diri sendiri daripada menghakimi seseorang dengan cara Anda untuk membuat diri Anda merasa lebih baik. Memang hal ini akan sangat sulit dilakukan ketika Anda dalam keadaan marah, namun hal ini memungkinkan Anda untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dan lawan bicara Anda menjadi mengerti apa penyebab sebenarnya dari kemarahan Anda.

3. Dengarkan baik-baik percakapan yang sedang berlangsung
Mendengarkan orang yang sedang berkomunikasi dengan Anda merupakan hal yang sangat penting. Dengan mendengarkan mereka, Anda akan mendapatkan apa yang Anda harapkan dan hal ini menunjukkan bahwa Anda peduli dengan apa yang mereka rasakan.

4. Belajar untuk melepaskan
Jika Anda berkomunikasi dengan tujuan orang lain hanya agar mereka mengakui kesalahan yang mereka perbuat, ini hanya seperti Anda berada di dalam perebutan kekuasaan. Melontarkan kemarahan saat Anda berkomunikasi akan membuat penyelesaian datang lebih cepat. Lebih baik Anda jujur dan terbuka terhadap apa yang mengganggu Anda. Namun, saat Anda telah mengatakannya, itu berarti saatnya untuk melepaskan hal tersebut.

5. Ambil napas yang dalam
Kemarahan hanya akan membuat Anda memiliki komunikasi yang buruk. Selain melepaskan emosi yang Anda rasakan, ingatlah untuk bernapas. Jika Anda merasa bahwa percakapan yang berlangsung terlalu bertele-tele, ambil waktu sebentar untuk meringankan pikiran Anda.

Saturday, March 26, 2016

Pentingnya Pendidikan Seks Pada Anak

Pendidikan seks pada anak tidak selamanya berdampak buruk. Asal kan orangtua dapat mengedukasi dengan baik, anak tidak akan salah dalam menafsirkannya. Lalu, bagaimana agar anak kita tidak terjerumus dalam bahaya pornografi?

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, Psi mengatakan, minimnya pengetahuan yang dimiliki anak terhadap bahaya pornografi akan menjerumuskan anak pada hal negatif seperti pergaulan bebas. Hal ini rawan bagi anak yang sedang beranjak remaja.

Pergaulan bebas menjadi sasaran remaja untuk terjerumus dalam bentuk kegiatan prostitusi. Mereka tidak akan melakukannya secara terang-terangan, tetapi bisa saja melalui kelompok tertentu, melalui dunia maya atau bahkan dengan teman sendiri.

“Kurangnya pendidikan seks menjadi faktor remaja tidak tahu bahaya pornografi yang merusak moral. Anak-anak masih labil, jadi mudah sekali ikut-ikutan tren. Disinilah peran kedua orangtua sangat dibutuhkan untuk mengajarkan pendidikan seks bagi anak," ungkap wanita yang akrab disapa Nina ini kepada Okezone.

Pendidikan seks yang dimaksudkan ialah orangtua harus terbuka mengenai kesehatan reproduksi. Misalnya, biarkan anak mengetahui dampak yang terjadi atau konsekuensi dari berhubungan seksual di luar pernikahan. Berhubungan seksual akan mengakibatkan gejolak emosional dan kehamilan. Bahkan, berhubungan berakibat pada penyakit menular yang sulit disembuhkan.

Tuesday, March 22, 2016

Skill yang Harus dikuasai Anak Abad 21

Kecanggihan teknologi zaman sekarang menjadi salah satu faktor yang mengubah hidup manusia. Perubahan itu juga memengaruhi berbagai keterampilan yang perlu dikuasai anak-anak sejak dini agar bisa sukses di masa yang akan datang.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud, Ananto Kusuma menjelaskan, di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, ada beragam keterampilan abad 21 yang dibutuhkan anak-anak.

"Menurut data The Economics pada tahun 2015, 50 persen responden menyatakan bahwa anak-anak harus dibekali dengan problem solving skill yang tinggi. Sementara 35 persen responden lainnya menyatakan, anak harus terampil dalam bekerja dalam tim," tutur Ananto di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Menurutnya, saat ini sulit menemukan anak-anak yang aktif dalam pekerjaan kelompok. Pergaulan anak-anak kini cenderung individualistis.

"Kita tidak jarang melihat anak-anak suka senyum-senyum sendiri saat menggunakan gadget, sehingga sulit untuk melakukan interaksi," imbuhnya.

Selain itu, keterampilan lain yang harus dimiliki anak-anak yaitu berkomunikasi. Skill komunikasi ini meliputi kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis.

Kemampuan abad 21 lainnya yang wajib dikuasai ialah berpikir secara kritis. Untuk mendukung skill tersebut, para guru harus bisa membawa kegiatan pembelajaran ke luar kelas, atau sebaliknya, membawa dunia luar ke dalam kelas.

"Jadinya anak tidak merasa tertekan saat pembelajaran berlangsung. Selain itu meski sekarang sudah ada teknologi, peran guru tidak akan pernah tergantikan. Guru akan selalu menjadi sosok yang selalu dikenang siswa sampai akhir hayat mereka," imbuhnya.

Monday, March 21, 2016

3 Kesalahan Orangtua yang Membuat Anak Menjadi Minder

Orangtua juga manusia. terkadang Orangtua juga pernah tidak sengaja melakukan kekhilafan yang membuat anak sakit hati. Bahkan, bisa membuat mental anak menjadi menciut dan minder. Lantas, hal apa saja yang membuat mental anak jadi minder? Berikut ulasannya.

Memanggil dengan panggilan lain

Tips yang pertama yakni jangan sesekali memberi label pada anak, seperti “Si pemalas” atau “Si tak tahu terimakasih”, apa lagi "Si Bodoh". Ingat ungkapan tersebut akan menempel pada diri mereka, dan bisa juga ditiru olehnya dan dilakukan juga pada adik atau teman-temannya. Sungguh hal ini sangat tidak baik untuk diri anak.

Perbandingan

"Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti saudaramu. Dia mendengarkan. Dia juga bekerja keras." Pesan ini terdengar sebagai, "Kamu tidak cukup baik. Kamu tidak mendengarkan. Kamu malas. Kamu jahat.". Setelah Anda membandingkan anak akan membuat gagasannya sendiri bahwa mereka memang tidak lebih baik dibanding kakak atau orang lain. Bahkan, hal tersebut bisa membekas sampai anak beranjak dewasa. Tentu yang rugi sendiri juga orang tua.

Mengancam

Anda itu orangtuanya, bukan penjahat. Jadi, jangan membuat ancaman. Jangan bersembunyi dibalik kata konsekuensi, jika anak salah beri tahu kebenarannya. Ancaman hanya akan mengajarkan keegoisan, kurangnya perspektif, dan kekuatan untuk mendapat hal yang mereka inginkan karena terlalu banyak ancaman sewaktu kecil. Dilansir Kidspot, Selasa (15/3/2016).

Cara Mudah Menjadikan Anak Rajin Belajar

Memiliki anak dengan otak cerdas pasti menjadi keinginan semua orangtua. Mungkin juga termasuk Anda. Agar keinginan Anda menjadi kenyataan, lakukanlah beberapa tips berikut.

Biarkan anak Anda mendapatkan pengetahuan melalui TV

Peneliti telah mengungkap bahwa banyak siswa cerdas telah mendapatkan pengetahuan tambahan melalui beberapa saluran TV pendidikan dan berpengetahuan yang di siarkan oleh stasiun Televisi. Biarkan anak-anak Anda untuk menonton TV selama beberapa jam dan dorong mereka menonton saluran seperti National Geographic atau Discovery, sehingga anak Anda dapat meningkatkan pengetahuan dalam mata pelajaran yang relevan seperti Geografi, Sejarah, dan lain sebagainya.

Komunikasi adalah suatu kewajiban

Biasakan anak Anda untuk memiliki diskusi terbuka dengan mereka setiap hari. Tanyakan kepada mereka apakah mengalami kesulitan dalam setiap mata pelajaran tertentu. Sehingga bila ditemukan kesulitan, Anda dapat mengambil tindakan tertentu.

Jangan memarahi anak

Terkadang, orangtua lepas kendali sampai-sampai terlalu banyak memberi tekanan pada anak-anak mereka agar mempunyai nilai yang excellent di semua mata pelajaran. Hal tersebut dapat menciptakan teror untuk mereka. Alih-alih memarahi anak lebih baik mendukungnya dengan membantu memperbaiki nilainya. dikutip dari Boldsky, Minggu (20/3/2016).